Kamis, 17 Januari 2008

a question....

Jadi ini adalah suatu saat dimana kamu merasa sudah menemukan orang yang tepat. Kamu bisa berbagi, bertukar pikiran, dan kamu cocok dengan pola pikirnya. Dalam banyak hal kamu bisa peroleh pelajaran-pelajaran hidup. Namun ternyata apa yang kamu yakini hanya keyakinan semu belaka. Apa yang kamu yakini harusnya bisa sejalan dengan keyakinannya.. Bukannya bertepuk sebelah tangan. Ketika apa yang kamu inginkan dia bisa mempertahankan komitmen, ternyata itu jauh dari harapanmu. Kamu goyah, keyakinan dan harapanmu melahirkan obsesi. Kamu ingin bicara dengannya, karena kamu dulu merasa dia memahamimu. Tetapi segalanya berbeda, seiring dengan adanya pertentangan hati, situasi, kondisi yang berbeda.

Lantas apa yang kamu lakukan, apabila kamu masih ingin berbicara tentang hidup, dengannya, tentang apa saja yang bisa membuatmu puas atas banyaknya pertanyaan-pertanyaan hidup yang bahkan kamu sendiri ragu apakah hal tersebut patut dipertanyakan. Di saat kamu ingin sekali bertemu dengan figur seperti itu, tetapi kamu masih belum juga bisa bertemu dengan yang kamu inginkan, selain dia. Disaat dia sudah bersama yang lain, apa yang bisa kamu lakukan. Hati kecilmu ingin sekali bisa menjalin suatu hubungan dengannya, meskipun dalam bentuk yang lain, tapi tetap saja kamu tidak bisa mengindahkan kemungkinan keberadaan orang lain di sisinya. Merasa hidupmu goyah?